Sabtu, 13 Desember 2014

Resensi novel missing (Ruwi Meita)



MISSING

Judul buku    : Missing
Pengarang    : Ruwi Meita
Penerbit         : Gagas Media, Jakarta Selatan
Halaman       : x + 168 hlm
Cetakan         :Cetakan kedua, Januari 2006


            Novel ini diadaptasi dari skenario yang ditulis oleh Ery Sofid yang telah diangkat ke layar lebar. Novelnya sendiri ditulis oleh Ruwi Meita, seorang ibu satu anak kelahiran Jogja yang sebelumnya menulis novel adaptasi yang berjudul Dara Manisku. Novel Missing ini adalah novel keduanya. Novel ini menceritakan tentang keistimewaan yang dimiliki seorang wanita muda yang bernama Maya. Maya diberi anugrah mata ketiga dan dia bisa menjadikan tubuhnya sebagai medium spirit bagi orang yang sudah meninggal hanya dengan memegang benda yang punya ikatan dengan orang yang sudah meninggal tersebut. Kelebihan supranatural yang dimiliki Maya malah membuatnya terbebani. Maya menganggap bahwa keistimewaannya adalah suatu kutukan yang harus ia terima.
Maya mempunyai suami yang bernama Steven. Pernikahannya dengan Steven begitu dingin dan hambar. Steven bekerja sebagai Fotografer dan Maya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Steven tidak begitu mengetahui keistimewaan yang dimiliki oleh istrinya. Sehingga dia tidak bisa mengerti kondisi Maya yang sering ketakutan karena sering melihat penampakan. Banyak orang yang meminta bantuan kepada Maya untuk memanggil arwah guna menyelesaikan masalah bahkan seorang dosen psikologi yang bernama Rizal dari sebuah Universitas tertarik untuk membuktikan profil orang seperti Maya yang dianugrahi kemampuan supranatural. Tetapi Maya selalu menolak.
            Permasalahan dimulai saat Steven secara tidak langsung mengunci seorang bocah yang bernama Vega didalam bagasi mobil yang dibiarkan renggang saat Steven sedang memfoto patung-patung ditaman. Vega saat itu sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya dan Vega bersembunyi didalam bagasi mobil Steven yang sedikit terbuka. Steven tak menyadari sama sekali saat mengunci tutup bagasi yang memang rusak dan sering terbuka sendiri. Vega terkunci dibagasi selama dua hari. Disinilah awal persoalan yang menelingkupi keluarga Maya dan Steven. Anak yang dinyatakan hilang itu menjadi perhatian polisi.Sementara Steven dan Maya tak pernah menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Bahkan saat Maya didatangi Rizal dan seorang polisi yang bernama Galang. Polisi mencoba menggunakan jasa Maya untuk menemukan  keberadaan Vega dengan bando yang terakhir dipakai Vega yang ditemukan ditaman.Tapi hasilnya nihil karena Maya tidak merasakan apa-apa dari bando itu dan kemungkinan Vega masih hidup.
Pada suatu pagi yang suram Maya mendapat tanda-tanda bahwa anak itu ada dibagasi Steven. Maya tersentak, ternyata benar anak itu berada didalam bagasi mobil Steven. Maya dan Steven segera membawanya kedalam rumah untuk menyembunyikan bocah itu dan berencana untuk mengembalikan dia kerumahnya. Bocah itu masih hidup, tetapi secara tidak sengaja Steven membunuhnya. Maya panik, dia tidak mau dipenjara akhirnya Maya dan Steven membawa bocah itu kesebuah rawa penuh lumpur dihutan. Tapi semua tidak berakhir disini. Arwah Vega selalu menghantui Maya dan Steven. Dia ada dimana-mana kemanapun Maya dan Steven pergi. Hingga kebenaran akhirnya terungkap saat Rizal dan Galang meminta tolong lagi kepada Maya untuk mencari keberadaan Vega dengan sepatu milik Vega. Roh Vega masuk kedalam tubuh Maya. Raga Maya dikendalikan oleh roh Vega dan semua kebohongan yang disembunyikan Maya dan Steven akhirnya terbongkar. Semua kebenaran sekarang sudah terungkap, dan Steven mendekam dibalik jeruji penjara.
Novel ini sangat cocok bagi penggemar novel misteri karena novel ini penuh dengan cerita yang bisa membuat pembaca menjadi  penasaran. Novel ini sangat menarik dengan bahasanya yang mudah dimengerti dan juga sangat komunikatif. Tetapi novel missing ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah dari segi penampilan, yakni sampul dari novel missing ini yang kurang menarik serta cerita dari novel missing ini terlalu menitikberatkan pada suasana yang tegang. Menurut saya Novel ini layak untuk dibaca oleh remaja maupun orang dewasa, karena novel ini sangat menarik dan juga sangat cocok bagi penggemar novel misteri.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar